Tahun Rahmat Tuhan

Lukas 4:16-19
Ia datang ke Nazareth tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan aada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Roh Tuhan ada pada-Ku! Proklamasi yang dahsyat, bukan sekedar membaca biasa.

Pesan kasih karunia bukanlah sebuah pesan yang baru ataupun sebuah pesan alternative; ini adalah satu-satunya Injil YESUS KRISTUS,  dan karya yang telah diselesaikan-Nya di kayu salib, siapakah kita di dalam Kristus. Jika Anda memiliki pertanyaan, “mengapa baru sekarang kami mendengarnya?” Itu karena umat manusia di sepanjang abad tetap percaya bahwa kita harus melakukan bagian kita untuk mendapatkan dan mempertahankan keselamatan.

Lihatlah Anak Domba  Allah yang menghapus dosa dunia!” Permasalahan inti dari Injil Yesus Kristus sangatlah sederhana. Apakah Anda percaya bahwa pada saat Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Anda telah selamat untuk selamanya, menjadi anak Allah? Bahwa Anda dilahirkan baru di dalam ciptaan baru, bukan untuk mendapatkan perubahan hidup namun pertukaran hidup? Hidup-Nya, Roh-Nya, Tubuh-Nya, Kekuatan-Nya, kasih karunia-Nya! Pada saat kita berpikir bahwa kita dapat kehilangan keselamatan kita, kita menyetujui dusta bahwa karya yang telah diselesaikan Yesus di atas kayu salib belumlah selesai! Mengapa Allah tidak membuat hai ini begitu jelas bagi semua orang percaya supaya kekristenan tidak perlu melewati begitu banyak perdebatan dan perpecahan? Ia telah melakukannya, namun karena kekerasan hati kita, kita sendiri yang mengijinkan diri kit untuk menyimpng. Manusia suka berpikir bahwa dirinya sendirilah yang benar. Sebagai contoh: Roh Kudus mengaruniakan kepada kita sebuah pewahyuan yang indah tentang suatu situasi atau tentang gereja atau pelayanan. Akan tetapi saat kita mulai menbangun pembatas dan menjadikan pewahyuan-pewahyuan tersebut menjadi satu-satunya kebenaran dari Allah, kita sedang menmpatkan diri kita sendiri dalam zona nyaman dan tidak lagi mengikuti apa yang sedang dilakukan Tuhan dan berhenti mengikuti tuntunan-Nya, dan sering kali menghasilkan perdebatan yang tidak perlu dan perpecahan karena kita berpikir telah tahu segalanya. Hal ini juga menunjukkan kepada kita bahwa kasih karunia Allah sedang bekerja, saat IA panjang sabar dan mengijinkan manusia berputar-putar dan berakhir pda DIA lagi. Karena hal ini yang menjadi permasalahnnya, Allah telah membuktikan bhwa diri-Ny adal Allah yang pengasih, pemurah dan panjang sabar. Seringkali kita berperilaku seperti seorang anak yatim piatu yang melindungi teritori dan berusaha untuk membuat abba Bapa kagum, bukannya menyambut orang lain yang sedang bertumbuh dan datang untuk memimpin generasi berikutnya (Yohaes 14:18).

Saya mau perjelas dari awal. Jika setiap Anda mengalami kebaikan dan kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus secara pribadi, hal itu sangat jelas dan tidak diragukan lagi merupakan ksih karunia yang sedang bekerja dalam hidup Anda, setiap kita menulis sebuah buku yang menyaksikan tentang indahnya kasih. Dan jika kita membaca semua kesaksian indah dan pengajran-pengajaran tentang Injil kasih karunia, sekaplipun semua itu sangat menguatkan dan akurat, kita tidak dapat memahami kepenuhan kasih karunia sampai kita mengijinkan Yesus memeluk kita dalam kasih karunia-Nya. Kasih karunia adalah pribadi Yesus Kristus, dan satu-satunya cara kita memahami seorang pribadi adalah memiliki sebuah hubungan, yaitu hubungan kita dengan Yesus   Tuhan sebagai ciptaan baru dan hubungan kita dengan Abba Bapa sebagai anak Allah di dalam Kristus.  

Kasih karunia bukanlah sebuah pengajaran untuk kita pahami, ataupun sebuah metode yang bisa dipakai untuk menghasilkan keuntungan, melainkan merupakan DNA kita di dalam Kristus, agar kita menikmati kepenuhan ALLAH dan memperkaya kehidupan orang lain sekitar kita.  

Kita diberkati untuk menjadi berkat!  










Our Social Media