Yesus "Bukan" Nomor Satu

Banyak kekeliruan dalam kekristenan hari-hari ini. Orang-orang menjalani hal apa yang menurut mereka benar dalam konteks agama. Hal ini dipengaruhi banyak factor. Salah satunya adalah munculnya “ego rohani”. Suatu sikap di mana seseorang seolah tidak mau melakukan hal lain lagi selain kegiatan rutinitas keagamaan. Dan bukan sedikit seorang kepala rumah tangga, ibu rumah tangga yang akhirnya menelantarkan keluarganya, lupa dengan kewajibanya hanya karena ego rohani itu tadi. Menginjil di mana-mana, persekutuan di mana-mana, terlihat sangat eksis dalam pelayanan. Tidak sedikit orang-orang yang seperti itu mengabaikan keluarganya, mengabaikan pekerjaannya dsb, dengan  dalih menomor satukan TUHAN.  

Apa Benar Yesus Harus Jadi Nomor Satu? 

Anda pikir anda siapa sehingga Anda bisa memberi peringkat atau urutan seperti itu kepada Sang penguasa langit dan bumi? 2 Korintus 1:20 Sebab Kristus adalah ‘ya’ bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ‘amin’ untuk Segala hal yang Allah janjikan ada di dalam Kristus, bahkan lebih dari pada itu, Kristus-lah yang adalah ‘janji’ Allah itu sendiri dan kabar baiknya kita ada dalam Kristus dan Kristus ada dalam kita, itu sebabnya kita patut mengatakan ‘Amin’ untuk memuliakan Allah yang begitu menyayangi kita. 

Kekeliruan Yang Perlu Diluruskan    

Ketika Anda membaca judul di atas tadi mungkin Anda agak kaget dan mungkin ada beberapa yang langsung timbul kemarahan agamawinya. Itu hal yang normal dan tidak jadi masalah. Memang kenyataannya, Yesus tidak bisa jadi nomor satu dalam hidup Anda, Anda jangan menempatkan Yesus pada urutan teratas kalau Anda tidak mau menjadi orang yang ego rohani. Berapa banyak pertengkaran dalam rumah tangga hanya karena suami atau istrinya lebih sibuk dengan kegiatan agamawi dibandingkan memenuhi kewajibanya sebagai istri atau suami, berapa banyak pekerja yang di cap tidak loyal karena mengabaikan tanggung jawabnya di tempat kerja dan hanya sibuk dengan rutinitas agamawinya. Hal ini yang perlu diperhatikan.
Ingat, sekali lagi yesus bukan nomor  satu, tapi ketahuilah bahwa YESUS ADALAH SEGALANYA. Bukan nomor satu dan bukan yang utama, tapi segalanya. Sekali lagi, YESUS ADALAH SEGALANYA. Anda harus clear dengan masalah yang satu ini. Ini masalah yang serius yang lagi melanda umat-umat TUHAN hari-hari ini. 

Bukan Nomor Satu Tapi Segalanya  

Itulah esensi dari Kekristenan sejati.  Ketika Anda menempatkan Yesus menjadi segalanya dalam hidup Anda, Anda bisa menikmati Dia kapan pun dan dimana pun. Yesus adalah segalanya. Yesus ada dalam pelayananmu,  Yesus ada dalam keluargamu, Yesus ada dalam pekerjaan/usahamu dan Yesus ada di mana saja untuk   membuat Anda bahagia menikmati hidup ini.  Ketika Anda mengerti hal ini, Anda tidak akan lagi menjadi orang yang memiliki ego rohani. (Perlu Anda kethui ‘ego rohani’ dalam hal ini cuma sekedar istilah untuk memudahkan Anda mendefinisikan orang yang terlalu sibuk dengan rutinitas agama sehingga mengabaikan yang lain). Dan Anda bebas menikmati Dia. Ketika Anda bekerja, Anda bisa tetap menikmati Kristus, ketika Anda ada bersama dengan keluarga, Anda bisa menikmati Kristus. Tapi ingat, jangan jadikan ini sebagai dalih dan akhirnya pelayanan terabaikan juga. Jangan salah kaprah. Ketika seseorang benar-benar menikmati Kristus tentulah bisa terlihat manifestasinya. Kristus-lah yang akan menjadi hikmat bagi Anda sehingga  Anda bisa berjalan dalam esensi yang benar dan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab Anda dalam keluarga, pekerjaan/usaha, maupun dalam pelayanan, semuanya Anda bisa jalani sebagaimana mestinya sesuai dengan tuntunan Kristus.  


YESUS BUKAN NOMOR SATU TAPI YESUS ADALAH SEGALANYA  














Our Social Media