Rasa bersalah_6

1 YOHANES 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan  



1 Yohanes 1:9 selalu dipahami seperti ini, kalau kita mengaku dosa maka TUHAN akan mengampuni dosa kita. Jadi, pangampunan TUHAN adalah sebagai akibat dari pengakuan dosa kita. Ini akan menjadi masalah besar, kalau suatu saat kita telah melakukan dosa tapi belum sempat mengakui dan tiba-tiba terdengar sangkakala sudah berbunyi. Misalkan, kita sudah menjadi orang Kristen selama 50 tahun, hanya lantaran kita marah kepada pembantu dan belum sempat mengakui dosa, tiba-tiba sangkakala berbunyi. Apa yang akan terjadi? Ini masalah besar, bukan?   Banyak orang Kristen, para pendoa dan pendeta masih terjebak dalam pemahaman ini. ‘Oke, TUHAN memang setia. Saat kita minta ampun, DIA pasti mengampuni tapi, TUHAN juga adil, apa yang kita tabur itu  juga yang akan kita tuai.’ Kalau memang benar seperti itu adanya, ini pertanda bahaya besar yang akan terjadi kepada kita. Bandingkan dengan 1 Yohanes 1:7, ‘Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.’ (ayat inilah yang berlaku bagi kita, orang percaya). Kita diampuni oleh darah Yesus, bukan pengakuan dosa kita. Jadi, pengakuan dosa bukanlah untuk diampuni, tetapi sebagai bukti kerendahan hati kita. 1 Yohanes 1:9, bukan dalam konteks pengakuan dosa sebagai sebab dan pengampunan TUHAN sebagai akibat, tidak!   Roma 5:8, ‘Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.’ Ketika kita masih berdosa dan belum mengaku dosa, TUHAN sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Anak-NYA, Yesus Kristus. Suka tidak suka dengan kebenaran ini, kasih TUHAN jauh lebih besar daripada pengakuan dosa kita!


Salam Kasih Karunia



Our Social Media