Tuhan Tidak Pernah Terlambat

MAZMUR 56:1-5
Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?  



Doa memohon pertolongan. Pada bagian ini pemazmur menyuarakan ratapannya tentang perlakuan para musuh terhadap dirinya. Rencana jahat orang-orang licik membuat pemazmur merasa tertekan, sehingga menimbulkan rasa takut.  Tetapi kepercayaannya kepada Tuhan mengalahkan semua kekuatiran itu.  Mazmur ini adalah suatu refleksi atas pengalaman Daud ketika ia ditangkap oleh orang Filistin (1 Samuel 21:10-15). Waktu itu Daud berada dalam posisi terjepit. Karena setelah lepas dari kejaran Saul, ia ditangkap oleh pegawai –pegawai Akhis, raja kota Gat, musuh orang Israel. Mazmur ini disebut  miktam atau sebuah mazmur emas. Daud menyebut dirinya  merpati di pohon-pohon terbantin yang jauh.    Dia terpaksa jauh mengembara, seperti burung-burung merpati di  lembah-lembah berduka dan bersedih namun diam membisu, tidak menggerutu terhadap Tuhan ataupun mencerca orang-orang yang menyebabkan kesesakannya. “Pertama, dia mengeluh kepada Tuhan  tentang kebencian dan kejahatan musuh-musuhnya, untuk menunjukan apa alasan dia takut kepada mereka, dan kenapa Tuhan harus tampil melawan mereka.   Kasihanilah aku ya Allah (ay 2).  Belas kasihan Tuhan dapat menjadi tujuan  kita melarikan diri  dan belas kasihan-Nya dapat kita andalkan. Ternyata musuh-musuhnya sangat banyak dan mereka merencanakan yang jahat, menginjak-injak ia sepanjang hari (ay 3). Kedua, Daud mendapat keberanian  di dalam Tuhan dan janji-Nya,  waktu ia takut ia percaya kepada TUHAN (ay 4). Pada saat-saat ketakutan dan kesulitan, kita harus memuji Tuhan karena jalan-jalan-Nya yang benar, janji-janji-Nya ya dan amin bagi kita yang percaya kepada-NYA.  


Salam Kasih Karunia



Our Social Media